mengenal sai bumi ruwa jurai (Kelas 6D) Kamis 4 Mei 2023
Nama : Elisa Eka Anggraini, S.Pd
Hari / Tanggal : Kamis / 4 Mei 2023
Mata pelajaran : Bahasa Lampung
Kelas : VI (D)
Unit : SD Al –Azhar 1 Bandar Lampung
Materi : mengenal sai bumi ruwa jurai
Kode KD : memahami isi tek gambaran umum provinsi lampung
Tujuan : mampu menceritakan sejarah lampung
Assalamualaikum, wr.wb…
Tabikpun…Selamat Pagi..
Api kabagh ni anaka – anak ku seunyinni ??
Semoga pagun dilom keadaan sihat yuu nak
Alhamdulilah khani inji, kham dapok betunggu luot dilom pelajakhan bahasa Lampung Semakung kham ngemulai pelajakhan di pagi hinji dang lupa bedu’a usahako sholat dhuha khik muroja’ah pai yu nak, nyin ilmu sai dekeni ulih gukhu dapok keti tekhima sai helau.
Anak – anakku, dilom peghtemuan sini gham haga mempelajaghi tema (5) tentang “persatuan dalam perbedaan” dilom pelajaghan sinji gham haga mempelajagh ko tentang sejarah provinsi lampung. dibah sinji wat lagu sai bumi ruwa jurai seilahko disimak pai yu ..
Sang Bumi Ruwa Jurai sebagai semboyan masyarakat Lampung mempresentasikan kehidupan multikultural di Lampung. Penduduk asli Lampung sendiri terdiri atas dua corak masyarakat, yaitu masyarakat pepadun dan saibatin. Keduanya memiliki budaya yang sangat berbeda dimulai dari bahasa, pakaian adat, pernikahan dll. Selain itu, dengan penduduk sekitar 8.036.000 juta jiwa, berbagai etnis menduduki provinsi Lampung diantaranya etnis Jawa (65%), penduduk asli Lampung (13,56%), etnis Sunda (9,61%), etnis dari Sumatera Selatan (5,40%), dan sisanya etnis Minangkabau dan Bali. Agama-agama yang diakui negara juga semuanya ada di Lampung. Mulai dari dari Islam (93.55%), Kristen Protestan (2.32%), Hindu (1.63%), Katolik (1.62%), Buddha (0.87%), hingga Konghucu (0.01%). Heterogenitas masyarakat Lampung juga terlihat dari bahasa, tetapi karena berasal dari etnis yang berbeda-beda, untuk berkomunikasi masyarakat Lampung menggunakan Bahasa Indonesia.
Keanekaragaman tak selamanya bernilai positif, ada beberapa dampak negatif yang lahir dari heterogenitas diantaranya pergeseran budaya asli, sikap primordialisme (paham yang memandang daerah asalnya lebih baik dari daerah lain) terhadap etnis lain, diskriminasi sosial, serta perbedaan sudut pandang antara masyarakat pendatang dan lokal. Untuk menangani permasalahan konflik diperlukan penerapan dari semboyan Sang Bumi Ruwa Jurai. Sang Bumi Ruwa Jurai sendiri merupakan sistem nilai masyarakat Lampung yang bersandar pada falsafah masyarakat Lampung yang dikenal dengan Piil Pesenggiri.
Salah satu nilai dari Piil Pesenggiri adalah Nemui Nyimah. Nemui Nyimah bermakna sebagai perilaku yang sopan santun, bermurah hati, serta ramah tamah terhadap semua pihak yang datang. Dalam penerapan Nemui Nyimah salah satu instrument pencegahan konflik yang dapat dilakukan adalah Ippun Aneg (Rembuk Desa dan Kelurahan). Ippun Aneg merupakan usaha yang dilakukan oleh tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan elemen lainnya guna mencegah terjadinya konflik dan menyelesaikan permasalahan yang timbul antara penduduk lokal dan pendatang atau masalah-masalah sosial lainnya yang berpotensi akan menimbulkan permasalahan di masyarakat dengan mengedepankan prinsip nemui nyimah. Dengan adanya Ippun Aneg, masalah dapat terselesaikan dalam forum terbuka sebelum terjadinya konfllik terbuka.
in lebih jelas ni anak - anak dapok dengbbaca teks dilom buku cetak halaman 70 tentang sai bumi ruwa jurai. pakai anak anak belajagh silahko anak - anak keghjako tugas halaman 77 bagian melengkapi kalimat dialek A 1-8.
untuk evaluasi :
1. Silahkan kalian pahami materi atas.
2. Kerjakan pertanyaan yang sudah ibu berikan dan siapkan tugas selanjutnya.
3. Silahkan hubungi bu elisa apabila ada kendala
Terimakasih, Tetap Semangat Nak dan Tetap Jaga Kesehatan YAA…..💪
Wassalamualaikum. Wr.wb
Komentar
Posting Komentar